tanah coklat

 

assalamualaikum

Blog ini adalah blog kedua yang saya gunakan karena saya lupa password dari blog pertama. Dengan nama yang berbeda, tanah coklat digunakan untuk mengingatkan saya dan pembaca tentang hakikat manusia. Tanah adalah tempat peristirahatan terakhir (manusia dikuburkan), dan jasadnya bersatuh dengan tanah, seperti awalnya ketika manusia diciptakan dari tanah. Dari tanah kehidupan dan kembali ke tanah kematian. Bahkan, jika kita tercipta dari tanah yang didefinisikan bagian dari bumi yang diinjak setiap hari, lantas atas dasar apa manusia menjadi sombong jika mereka memiliki asal yang sama dan akan kembali ke tempat yang sama



Advertisements

Beli buku online di google play buku dengan pulsa telkomsel

Screenshot_2018-09-18-06-04-01-374_com.google.android.apps.booksScreenshot_2018-09-18-06-05-12-461_com.android.vending

Ayo angkat tangan yang hobby membaca 🙂

Kali ini saya akan berbagi tentang pengalaman pertama menggunakan aplikasi google play buku. Ini merupakan aplikasi yang dapat kalian download di handphone yang memudahkan konsumen untuk menikmati buku online. Selasa kemarin, saya mencoba menggunakan aplikasi tersebut. Ketika proses download telah selesai, kamu dapat search judul buku ataupun penulis buku yang dicari. Saya mengetik “Ahmad Ataka”, lalu keluarlah judul buku “Inspirasi dari tanah eropa” yang ditulis bersama Ario Muhammad. Kelebihan dari aplikasi ini, kita dapat mendownload, sepersepeluh dari total halaman buku tersebut gratis. Jadi, konsumen dapat membaca daftar isi dan bab awal dari buku yang ingin dibeli, ketika tidak sesuai ekspektasi maka list buku tersebut bisa dibuang. Hal ini membuat saya kecanduan untuk mendownload beberapa buku untuk membaca sedikit isinya, lumayan kan 🙂

Setelah itu, saya mencoba membeli buku tersebut, dan pembayarannya dapat menggunakan pulsa telkomsel. Kalian juga akan mendapatkan harga yang relatif murah, buku tersebut saya beli Rp 35.690 ditambah pajak sepuluh persen dari pihak telkomsel. Setelah melakukan pembayaran, kamu akan mendapatkan email bahwa buku tersebut sudah dapat dibaca. Sangat mudah kan 🙂

Saya yang membeli buku tersebut di pagi hari, menamatkan bacaan di hari yang sama pada sore harinya, bahkan di dalam angkutan umum menuju kampuspun saya bisa menyelesaikan 30 lembar. Kekurangannya adalah karena ini buku online, maka buat kamu yang lebih suka membaca dalam bentuk hard mungkin kurang tertarik. Tapi buat saya yang memang tidak terlalu peduli dengan itu, selama biaya murah apalagi gratisan, dan yang terpenting adalah makna atau pelajaran berharga yang dapat diperoleh dari buku tersebut.

bingung masuk golongan introvert atau ekstrovert? Saya ambivert

Kamu introvert atau ekstrovert ?


ambivertPernahkah kamu menanyakan hal tersebut pada orang lain atau dirimu sendiri. Ataukah kamu tidak perlu mempertegas dengan tanda tanya, karena jawabannya bisa dilihat langsung dari kepribadian orang tersebut.

Saya pernah berpikir, mungkinkah saya adalah orang yang moody-an, atau tidak berkepribadian karena tidak bisa memilih antara keduanya. Jujur, saya tidak bisa memberikan satu jawaban, karena saya merasa ekstrovert tapi disisi lain saya merasa seorang introvert.

Saya adalah seseorang yang bisa beradaptasi dengan orang yang periang ataupun pendiam. Maksudnya, saya bisa menjadi orang yang sangat pendiam, tapi bisa menjadi orang yang sangat cerewet. Aneh kan. Saya suka bercerita, bukan hanya dalam bentuk verbal , tapi juga tulisan. Saya bisa berada dalam suasana ramai, tapi terkadang saya menghindari keramaian, dan mendekati sepi. Di lain sisi, saya suka berorganisasi dan tidak masalah dengan kegiatan berbicara di depan umum. Tapi, saya juga bisa menghabiskan waktu saya berdiam diri di rumah dengan membaca dan menonton.

Dije, pasti stressko kalau di rumah toh, nda cocokko tinggal diam di rumah (kamu tidak mungkin tinggal diam di rumah, tidak sesuai dengan kepribadianmu)

Salah satu temanku pernah berceloteh seperti di atas, saya terdiam dan mulai berpikir bagaimana seseorang bisa meramal dengan percaya diri seperti itu, sedangkan kenyataannya saya mampu tidak keluar rumah dalam rentang waktu yang lama.

Dije anak makassar asliko toh, yang selalu jokka kemana-mana (Kamu anak makassar yang selalu jalan )

Ini juga salah, saya sebenarnya anak rumahan yang suka menghabiskan waktu di rumah, entahlah orang terkadang menilai dari luarnya saja. Saya bukan orang yang hedon seperti itu

Pernah juga ada yang nyeletuk, kalau saya mungkin bukan tipe orang yang suka menulis, banyak yang berargumen bahwa saya tipe pembicara. Ini big no, saya suka menulis sejak saya smp, walaupun tulisan saya memang termasuk receh, tapi saya suka menghabiskan waktu berada di depan laptop dengan jari yang menari di atas keyboard. Orang yang suka menulis, belum tentu introvert, menurut saya menulis bukanlah suatu pekerjaan yang dilakukan karena tak mampu mengungkapkannya dengan suara, karena banyak sekali penulis yang ekstrovert. Jujur, salah satu cita-cita saya sejak smp adalah menjadi seorang penulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi, selain itu juga mau jadi jurnalis dan penyiar, tapi takdir berkata lain, lebih tepatnya saya yang tidak berani berjuang untuk itu.

Sewaktu saya bekerja di sebuah rumah sakit swasta, saya lebih suka menghabiskan waktu di ruangan. Ada yang berkata, “kita memang lebih suka menyendiri kak?”, terus saya memberikan jawaban “tergantung dek, “, saya tidak mengiyakan walaupun saat itu saya memang lebih memilih duduk diam di depan komputer. Saya adalah tipe orang yang ketika merasa nyaman berada di dekat orang lain, akan berubah menjadi pribadi yang berbeda. Ketika saya merasa nyaman, saya akan lebih mudah tertawa lepas, bercerita tentang segala hal, tidak takut bertanya, dan rela menghabiskan waktu untuk dekat dengan orang yang saya sukai. Jadi saya tidak sepenuhnya pendiam dan sombong seperti yang orang pikirkan selama ini, jawabannya mungkin karena saya belum merasa nyaman, mungkin inilah maksud tak kenal maka tak sayang.

Ada yang pernah berkata, “kenapaki  bisa ceria sekali kalau sama A, tapi jadi pendiam kalau sama B”, sama seperti jawaban di atas, karena saya bukan orang yang bisa langsung akrab dengan orang lain, saya butuh waktu untuk bersosialisasi, tapi bukan berarti saya mengkotak-kotakkan manusia. Saya sadar bahwa ini tidak terlalu baik, misalnya saya berteman baik dengan A, A berteman dengan B, saya tidak bisa langsung terbuka dengan B walaupun si B berteman dengan A. Yah, segitu tertutupnya saya. Orang yang kenal saya, pasti merasa aneh dengan pernyataan ini, tapi sejujurnya seperti inilah saya.

Di lain sisi, saya juga bisa lebih mudah menyapa orang terlebih dahulu, saya juga bisa memulai pembicaraan dengan orang baru, entahlah saya bingung. Mungkin saya memang termasuk moody. Saya suka berteman dengan siapapun, namun cara saya berteman ke setiap orang itu berbeda. Saya bisa menjadi pendengar, saya suka mendengarkan cerita orang lain, kisah mereka, tapi saya tidak mudah bercerita tentang diri saya pada orang lain. Mungkin karena ini sahabat saya sedikit, karena menurut saya kualitas lebih baik dari kuantitas.

Selain itu, saya juga bukan orang yang sangat pendiam, saya orang yang dengan mudah mengkritik dan mengeluarkan pendapat tentang suatu hal tanpa peduli pandangan orang lain. Saya juga bukan tipe orang yang mudah bersikap no expression , ketika saya marah, bosan, kecewa, bahagia, bahkan takut dengan orang lain, akan mudah tergambar dari raut wajah, saya bukan seorang aktris yang mudah acting. Tapi percayalah, bahwa ketika saya marah, kemarahan itu cuma bertahan dalam waktu yang singkat, setelah itu saya akan mudah kembali ke suasana awal. Puncak kemarahan saya itu adalah dengan menangis, yah saya secengeng itu.

Waktu saya sd sampai smp, saya merasa bahwa saya seorang introvert, namun sejak sma saya merasa saya seorang ekstrovert yang memiliki sisi introvert, sebegitu ambigunya. Hingga akhirnya saya mengetahui tentang ambivert, yaitu seseorang yang introvert ataupun ekstrovert. Akhirnya, saya sadar bahwa saya seorang ambivert, yang bisa bersikap sesuai kondisi, yang dianggap moody oleh kebanyakan orang.

hadiah kelahiran dan kematian

Kelahiran dan kematian adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Entah kita terlahir untuk mati atau mati untuk lahir kembali di kehidupan yang sesungguhnya. Banyak yang menginginkan kematian sebelum waktunya (bunuh diri) tanpa menyadari betapa berharganya doa orang tua untuk mengharapkan kelahirannya, ada juga yang menghindari kematian sebisa mungkin dan pura-pura tak tahu bahwa malaikat maut sangat dekat dengan diri.

Tuhan meniupkan roh ke dalam janin dengan begitu sempurnanya, dan memintanya kembali hingga waktu yang ditetapkan. Rencana Tuhan sangat besar, suatu saat saya percaya bahwa kebetulan itu ada, hingga akhirnya saya menyadari bahwa tidak ada kebetulan, yang ada adalah takdir Tuhan yang indah.

20 Desember

Seorang anak terlahir di bumi dari rahim seorang wanita yang sangat hebat dengan gelar ibu yang sangat sulit diperoleh oleh beberapa pejuang dua garis merah. Dengan rasa sakit yang tak terdefinisikan, yang dilimpahkan oleh Tuhan pada perempuan yang dianggap mampu menghadapinya. Anak perempuan itu lahir di sebuah desa dengan bantuan bidan. Anak itu tumbuh dengan bahagia, kehdupannya dicukupkan oleh Tuhan melalui kasih sayang orang tuanya.

Sang anak mendapatkan segalanya yang dibutuhkan ditiap perkembangannya. Sang bapak memberikan semangat, dan ibu yang penyayang. Tak ada rasa kekurangan yang dirasakan berkat ajaran bapak yang mengajarkan kesederhanaan dalam menjalani hidup.

Hidup bukan dilihat dari baju yang kita pakai, kendaraan yang kita gunakan, rumah yang kita huni, tapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita berikan kepada orang dengan ikhlas. Kematian itu dekat, kehidupan itu singkat. Yang sedikit itu lebih baik dengan cara yang halal, dibandingkan banyak tapi haram. 

20 Desember 2016

Di kamar 06 Lantai 1 kamar palem RSWS, kurang sepuluh menit jam enam pagi, seorang perempuan sedang berjalan menjauh, berjalan melewati koridor rumah sakit menuju atm yang berada di depan poli rawat jalan. Setelah melakukan transaksi pembayaran listrik dan air, ia menatap keluar melihat awan yang menghitam. Tak cukup sepuluh langkah, ia mundur, titik air mulai menyapa badannya. Niatnya untuk pergi mencari sarapan gugur, lalu berbalik badan menuju kamar perawatan. Ia mulai gelisah, karena suasana pagi itu tak seperti pagi sebelumnya. Tepat di koridor depan kamar, si perempuan terpeleset lalu terjatuh menyentuh lantai. Ia tengok kiri kanan, tak ada yang melihatnya, lalu ia berusaha berdiri kembali lalu berjalan pelan. Hatinya mulai semakin tidak enak, entah itu firasat atau apa.

Setiba di kamar, ia lihatnya sang bapak yang masih tertidur. Tak berapa lama, si dokter residen masuk melakukan visite mandiri, lalu berkata bahwa kondisi si bapak melemah, hati si anak bertambah rapuh. Pukul delapan, si bapak disuapi oleh sang ibu. Pagi itu, si perempuan mendapatkan line dari temannya, Selamat ulang tahun, si perempuan tersenyum menyadari bahwa hari itu adalah hari pertambahan umurnya. Dilihatnya, kedua orangtuanya, dan menatap kembali layar hp. Pukul 10.00, kondisi si bapak memburuk, tiba-tiba sesak napas dan diberikan kembali oksigen. Firasat si perempuan sejak kemarin mulai menjadi nyata, ia mulai memberikan sugesti pada dirinya sendiri dengan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi kenyataan bertolakbelakang dengan doanya, ia dipanggil dokter dan diberitahu bahwa kondisi bapak sudah sangat melemah, hatinya hancur. Tak berapa lama, sang perempuan dipanggil untuk menandatangani dokumen non tindakan, ditulisnya Makassar, 20 Desember 2016. Ia memasuki ruangan yang sudah dipenuhi keluarga, menengok kondisi bapak dengan lingkaran orang yang membacakan Al Quran.

Adzan maghrib berkumandang, tekanan darah si bapak semakin menurun drastis, diikuti rawut wajah orang-orang yang bersedih. Si anak berjalan menjauh menuju kamar mandi mengambil ambil air wudhu, lalu keluar menuju teras dan melaksanakan kewajibannya sebagai muslim. Entah, shalatnya dianggap sah atau tidak karena tiap gerakannya diiringi dengan air yang tak hentinya menetes dari matanya, hingga dipenghujung akhir ia berdoa

Allah, selama ini saya berdoa, berikan kesembuhan untuk bapak saya, mampukan kami, saya mohon berikan kesembuhan untuknya. Tapi sekarang saya menyadari bahwa Kau telah memberikan firasat padaku sejak kemarin mobil yang kutumpangi menabrak penyebarang jalan, pagi ini saya terjatuh, hujan di pagi hari yang tak seperti biasanya, ini bukan kebetulan kan. 

Allah, untuk pertama kalinya saya berdoa bukan untuk kesembuhan bapak, untuk pertama kalinya saya berhenti meyakinkan diri bahwa semuanya akan sesuai dengan keinginanku, Ya Allah berikanlah yang terbaik untuk bapak, jika memang sudah waktunya ia tak lagi bersamaku, maka saya ikhlas …..

Si perempuan, mendekat menuju telinga kanan sang bapak, untuk pertama kalinya ia menuntun seseorang menghadapi sakharatul maut, ditemani ibu di telinga kiri dan adiknya, ia menuntun si bapak mengucapkan kalimat syahadat, laaa ilaha illallah, allahuakbar. Dia menahan air matanya menetes dengan terus melafaskan kalimat tersebut di telinga kanan si bapak. Ia lihat monitor, menunjukkan tekanan darah turun drastis, dokter memeriksa nadi dan mengecek kondisi, lalu mengatakan pukul kematian.

Innalillahi wa innalillahi rojiun

Si perempuan, menutup mata si almarhum bapak dan berjalan keluar kamar diikuti isakan tangis keluarga.

tidak ada kebetulan di dunia ini, sang bapak meninggal tepat pada tanggal ulang tahun si anak perempuannya….. dibalik bertambah usia anak, ada usia orang tua yang berkurang. Dibalik kebahagiaan dan kesuksesanmu, ada doa orang tua yang tulus meminta pada pemberi nikmat. Si anak menyadari bahwa, ia kehilangan satu orang yang paling tulus mendoakannya, dan kini ia yang harus lebih banyak mendoakannya.

Si bapak, orang yang tak pernah mengeluh hingga akhir hayatnya, yang masih terus menginspirasi walaupun jasadnya telah bersatu dengan tanah

Kelahiran dan kematian adalah rahasia Tuhan, yang jalannya telah ditetapkan. Ketika manusia siap menerima kelahiran, maka ia pun harus siap pada kematian.

Saya menuliskan hal ini, sebagai pengingat diri sendiri bahwa kehidupan dan kematian itu harus dipersiapkan. Si perempuan adalah saya sendiri, seorang anak perempuan yang diam-diam sangat mengidolakan bapaknya. 

20 Desember, kelahiranku pada hari jumat, kelahiranku adalah hadiah dari Allah untuk orang tuaku, dan 20 Desember, kematian bapak pada hari Selasa, kematian bapak adalah hadiah dari Allah untukku, untukku terus mendoakannya, mengingatnya, meneladani dan mengikuti ajarannya dengan cara mendekatkan diri pada-Nya